This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Juni 2016

FOMO Phobia

FOMO Phobia



Fear of Missing Out atau yang lebih dikenal dengan sebutan FOMO ini makin banyak diderita seiring perkembangan teknologi. Klik di sini buat tahu lebih banyak soal FOMO phobia. Nah, salah satu bentuk fobia ini merupakan ketakutan berlebihan akan ketinggalan informasi dan hal-hal yang terjadi di dunia maya. Kali ini saya akan membagikan fakta mengenai FOMO Phobia dan cara menghindarinya, silahkan dibaca dibawah ini ya




Ada beberapa fakta mengenai FOMO Phobia, yakni : 
1. Penderita FOMO mengecek media sosial mulai dari 30 detik sampai 5 menit sekali dalam sehari.
2. Penderita FOMO kesulitan dalam memanajemen waktu.
3. Penderita FOMO secepat mungkin mengecek media sosial mereka ketika bangun tidur.
4. 62% penduduk Afrika terkena FOMO fobia.
5. Penderita FOMO kebanyakan berusia dari 16 sampai 35 tahun.
6. Penderita FOMO menghabiskan waktu membuka Facebook selama kurang lebih 400 menit setiap harinya.
7. 8 dari 10 penderita FOMO percaya orang memakai media sosial buat menunjukan siapa dirinya dan apa saja yang dia lakukan.
8. Penderita FOMO merasa profilnya di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya penting untuk menggambarkan kepribadian mereka yang sebenarnya.

Ada beberapa tips yang bisa anda hindari sebelum anda termasuk penderita FOMO Phobia ini, yaitu sebagai berikut : 

- Sadari yang ada di socmed enggak selalu benar

Kita pasti pernah merasa penasaran atau bahkan iri melihat keseruan aktivitas teman-teman kita yang mereka upload di socmed. Nah, perasaan ini akan terus mendukung kita jadi kepo sama kehidupan dia dan mungkin teman-temannya yang lain. Alhasil kita pun jadi sibuk kepo membuka-buka akun sosmed mereka selama berjam-jam dan selalu penasaran merek akan meng-upload kegiatan seru apa lagi.

- Coba lepaskan gadget dalam waktu lama

Coba melepaskan diri dari gadget yang memudahkan kita mengakses socmed dalam waktu cukup lama. Misalnya mematikannya saat belajar di kelas. Terus saat libur di rumah, tinggalkan hape di kamar dan sibukanlah diri kita berkegiatan bareng keluarga di ruangan lain. Cukup cek hape sesekali saja.

- Batasi waktu membuka sosmed

Mengurangi waktu mengakses socmed jadi cara paling ampuh menghindari FOMO. Pokoknya kita harus tetap eksis di dunia nyata. Misalnya cukup meluangkan waktu sebanyak tiga sampai lima kali setiap harinya. Misalnya saat istirahat sekolah, pulang sekolah dan malam hari saat santai di rumah. Jadi enggak mesti setiap menit cek hape untuk melihat kabar terbaru di socmed. Batasi juga waktu kita mengecek socmed setiap kalinya sekitar lima sampai sepuluh menit. Jangan lebih.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih dan ditunggu komentarnya ya


Rabu, 15 Juni 2016

Fakta Phobia Naik Pesawat

Fakta Menakutkan Dari Dunia Penerbangan


Dalam sebuah perjalanan, salah satu bagian paling menyenangkan tentu adalah naik pesawat. Alasannya macam-macam, mulai dari enaknya dilayani para pramugari cantik atau pun tentang pemandangan jendela pesawat yang pasti jarang-jarang dilihat. Memang, naik pesawat adalah sesuatu yang menarik, walaupun mungkin tak banyak yang tahu kalau di balik itu ada berbagai hal mengerikan. Silahkan baca dibawah ini ya



Berikut ini fakta-fakta yang saya rangkum dari berbagai sumber yang dijamin akan membuat anda phobia naik pesawat terbang, yakni sebagai berikut :

1. Pesawat Punya Tempat Duduk Mematikan

Soal keamanan tempat duduk, tentu semua kursi memilikinya. Seatbelt, masker oksigen dan lain sebagainya sudah pasti tersedia. Namun, nyatanya tak semua kursi bisa menyelamatkan nyawa penumpangnya. Alasannya utamanya adalah posisi.

Menurut survey, diketahui tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar adalah yang paling aman di pesawat. Sedangkan baris kelima dari sini, adalah yang paling mematikan. Jadi, ketika naik pesawat dan duduk di baris kelima, berdoalah semoga tidak terjadi apa pun. 

2. Meja Pesawat Ternyata Mengandung Bakteri Mematikan

Sebuah penelitian mengatakan jika table atau meja yang biasanya dipakai penumpang, 60 persen pasti mengandung bakteri MRSA. Bakteri ini diketahui bisa menyebabkan kematian. Bahkan ia juga belum ditemukan obatnya, sama seperti AIDS.

Kenapa meja pesawat bisa mengandung racun mematikan ini? Alasannya adalah sanitasi yang buruk, misalnya jarang dibersihkan atau sudah dilakukan pembersihan tapi tidak maksimal. Kondisi pesawat yang selalu tertutup dan kedap diduga juga bisa jadi penyebab hal ini. Belum lagi orang-orang yang selalu bergantian memakainya.

3. Ternyata Banyak Pilot yang Tertidur Saat Menerbangkan Pesawat

Fakta yang lebih mengerikan lagi, ketika tertidur dan terbangun, sebanyak sepertiga dari 43 persen pilot menemui co-pilot-nya juga tertidur. Pantas kalau banyak kecelakaan terjadi. Lha pengendali pesawatnya saja semua tidur.

4. 11 Menit Paling Mematikan Selama Berada di Pesawat

Dalam sebuah penerbangan ada istilah bernama 11 menit mematikan. Setiap kali naik pesawat kita akan selalu melewati 11 menit ini, tidak bisa tidak. Bisa melaluinya, kita boleh bernapas lega. Jika tidak, bersiap-siaplah untuk yang terburuk.

11 menit mematikan ini maksudnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk landing dan juga take off. Tidak mungkin kita menghindari ini, kan? Kecuali pesawat sudah bisa terbang secara vertikal. Sebuah survey mengatakan 80 persen kecelakaan pesawat selalu terjadi di 11 menit ini.


5. Hanya 90 Detik Waktu yang Dibutuhkan Penumpang Untuk Keluar Saat Darurat

Meskipun pesawat dalam kondisi prima, tidak ada yang bisa jamin penerbangan bakal mulus tanpa kendala. Makanya, kita selalu diwanti-wanti untuk terus siaga. Salah satunya adalah dengan keluar secepat mungkin dari pesawat ketika terjadi hal yang tidak semestinya, terbakar misalnya.

Kenapa harus cepat keluar ketika pesawat terbakar? Pasalnya, tak butuh waktu lama sebelum api akan melumat seluruh badan pesawat. Diperkirakan, waktu untuk keluar dari pesawat pun sangat singkat. Hanya sekitar 90 detik saja. Gagal keluar selama rentang waktu ini, akibatnya adalah kematian.

Siapa yang bisa menyangka, di balik kesan mewahnya sebuah penerbangan, ternyata terpampang kengerian-kengerian yang luar biasa. Setelah membaca ini mungkin bakal muncul rasa begidik ketika naik pesawat. Sebenarnya jika dibandingkan antara aman dan tidaknya, pesawat jelas aman. Mereka selalu dilengkapi sejumlah fitur keselamatan yang sudah memadai. Terlepas dari itu, kita harus tahu kalau setiap kendaraan itu punya risikonya sendiri. 

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan ditunggu komentarnya ya

Selasa, 14 Juni 2016

Konseling

Menghilangkan Phobia Dengan Konseling


Konseling adalah salah satu cara penyembuhan phobia, tetapi cara yang satu ini harus dilakukan oleh ahlinya. Silahkan baca ulasan selengkapnya apa itu konseling dibawah ini ya 




Secara Etimologi berasal dari bahasa Latin “consilium “artinya “dengan” atau bersama” yang dirangkai dengan “menerima atau “memahami” . Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti”menyerahkan” atau “menyampaikan”

Konseling merupakan suatu proses untuk membantu seseorang mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya ,proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.

Rumusan konseling : 
1. Konseling merupakan proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangan.


Berdasarkan Rumusan diatas maka yang dimaksud dengan Konseling adalah:

“Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara Konseling oleh seorang ahli (disebut Konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien

Cara penyembuhan dengan konseling ini dipercaya dapat membantu penyembuhan phobia, terima kasih telah membaca artikel ini, dan ditunggu komentarnya 





Senin, 13 Juni 2016

Obat Penghilang Phobia

Menghilangkan Phobia Dengan Obat-Obatan



Obat-obatan yang diberikan biasanya lebih bertujuan untuk membantu pasien menenangkan diri dan mengendalikan rasa takut dan paniknya terhadap suatu objek atau situasi yang ditakutinya. Apa saja jenis obat-obatan yang dipakai, silahkan baca dibawah ini ya 




Salah satu obat yang biasa diberikan oleh dokter pada kasus fobia adalah obat antidepresan jenis penghambat pelepasan serotonin (SSRI). Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi transmiter di dalam otak yang bernama hormon serotonin. Serotonin berperan dalam menciptakan dan mengatur suasana hati.

Jenis obat fobia lainnya adalah obat penghambat beta. Obat ini sering kali digunakan dalam jangka pendek karena efektif mengurangi rasa takut dalam situasi tertentu. Contohnya adalah pemakaian obat sesaat sebelum acara berlangsung oleh seorang penyanyi yang mengalami demam panggung parah. Obat penghambat beta bekerja dengan cara menghambat reaksi-reaksi yang muncul dari stimulasi adrenalin akibat rasa cemas, misalnya suara dan tubuh gemetar, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat.

Selain antidepresan dan penghambat beta, obat lainnya yang bisa digunakan untuk menangani fobia adalah benzodiazepine atau golongan obat penenang. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi rasa cemas dan membantu penderita merasa santai atau rileks. Namun penting sekali untuk menaati petunjuk dari dokter dalam penggunaan benzodiapezine karena obat ini berpotensi menyebabkan ketergantungan pada pemakainya.

Inilah obat-obatan yang biasanya digunakan untuk menangani penderita phobia. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga dapat menambah wawasan anda tentang cara menangani phobia. 


Minggu, 12 Juni 2016

Terapi CBT

Menghilangkan Phobia Dengan Terapi CBT



Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau Terapi Kognitif dan Perilaku merupakan salah satu pendekatan psikoterapi yang paling banyak diterapkan dan telah terbukti efektif dalam mengatasi berbagai gangguan, termasuk kecemasan dan depresi. Apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan terapi CBT ini ? Silahkan baca ulasannya dibawah ini ya






Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berorientasi pada pemecahan masalah dengan terapi yang dipusatkan pada keadaan “disini dan sekarang”, yang memandang individu sebagai pengambil keputusan penting tentang tujuan atau masalah yang akan dipecahkan dalam proses terapi. Dengan cara tersebut, pasien sebagai mitra kerja terapis dalam mengatasi masalahnya dan dengan pemahaman yang memadai tentang teknik yang digunakan untuk mengatasi masalahnya.

Aspek kognitif dalam Cognitive Behavioral Therapy (CBT) antara lain mengubah cara berpikir, kepercayaan, sikap, asumsi, imajinasi dan memfasilitasi konseli belajar mengenali dan mengubah kesalahan dalam aspek kognitif. Sedangkan aspek behavioral dalam Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yaitu mengubah hubungan yang salah antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan, belajar mengubah perilaku, menenangkan pikiran dan tubuh sehingga merasa lebih baik, serta berpikir lebih jelas. Dengan demikian Cognitive Behavioral Therapy (CBT) diharapkan berperan sebagai mekanisme proteksi agar kecemasan dan depresi tidak mengancam, karena pasien belajar mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya gangguan.


 Tujuan utama dalam teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah : 
- Membangkitkan pikiran-pikiran negative/berbahaya, dialog internal atau bicara sendiri (self-talk), dan interpretasi terhadap kejadian-kejadian yang dialami. Pikiran-pikiran negative tersebut muncul secara otomatis, sering diluar kesadarann pasien, apabila menghadapi situasi stress atau mengingat kejadian penting masa lalu. Distorsi kognitif tersebut menyebabkan perilaku maladaptive yang menambah berat masalahnya.
    
- Terapis bersama klien mengumpulkan bukti yang mendukung atau menyanggah interpretasi yang telah diambil. Oleh karena pikiran otomatis sering didasarkan atas kesalahan logika, maka program Cognitive Behavioral Therapy (CBT) diarahkan untuk membantu pasien mengenali dan mengubah distorsi kognitif. Pasien dilatih mengenali pikirannya, dan mendorong untuk menggunakan keterampilan, menginterpretasikan secara lebih rasional terhadap struktur kognitif yang maladaptive.
    
- Menyusun desain eksperimen (Pekerjaan Rumah) untuk menguji validitas interpretasi dan menjaring data tambahan unjtuk diskusi di dalam proses terapi.

Asumsi yang mendasari Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terutama untuk kasus depresi yaitu bahwa gangguan emosional berasal dari distorsi (penyimpangan) dalam berpikir. Perbaikan dalam keadaan emosi hanya dapat berlangsung lama kalau dicapai perubahan pola-pola berpikir selama proses terapi. Demikian pula pada pasien pola berpikir yang maladaptive (disfungsi kognitif) dan gangguan perilaku. Dengan memahami dan merubah pola tersebut, pasien diharapkan mampu melakukan perubahan cara berpikirnya dan mampu mengendalikan gejala gejala dari gangguan yang dialami.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga dapat menambah wawasan anda dan ditunggu komentarnya 



Sabtu, 11 Juni 2016

Menghilangkan Phobia Darah

Cara Menghilangkan Phobia Darah


Kali ini saya tidak akan membahas secara mendalam mengenai darah, melainkan mengenai alasan mengapa seseorang takut atau phobia melihat darah. Bahkan saking takutnya, orang tersebut dapat pingsan ketika melihat darah. Silahkan dibaca ya 




Darah tentunya merupakan bagian dari tubuh manusia yang juga penting untuk kelangsungan hidup manusia, selain organ-organ tubuh manusia lainnya. Secara garis besar darah terdiri dari dua yaitu sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan sel darah putih yang berfungsi untuk antibodi, melindungi dari infeksi virus, dan bakteri serta jamur.

Merasa lemah saat melihat darah umumnya berasal dari reaksi berlebihan dari respon vasovagal.  Respon vasovagal terjadi karena melambatnya jantung dan pelebaran arteri sehingga tekanan darah melambat dan darah turun ke kaki. Akhirnya otak kekurangan darah yang kaya oksigen dan menyebabkan orang merasa pusing dan bahkanberakhir pada pingsan. Hal ini merupakan sebuah refleks rasa takut yang evolusioner yang menjadi mekanisme bertahan hidup manusia.

 Mekanisme bertahan hidup ini baik bila, katakanlah Anda perlu berpura-pura mati di hadapan satu predator. Situasi inilah yang mungkin menjadi awal dari mekanisme ini dan jika Anda berdarah, detak jantung yang melambat mungkin menolong mencegah kehilangan terlalu banyak darah. Tapi dalam kebanyakan kasus, demikian tulis Popular Science yang inagurasi kutip dari apakabardunia, mekanisme ini justru menjadi sebuah  gangguan bagi beberapa orang lainnya.


Sebagai informasi, seseorang yang mengalami rasa takut berlebih atau phobia darah disebut sebagai hematophobia. Hematophobia ini dapat terjadi secara langsung, seperti pengalaman pribadi yang menimbulkan pendarahan seperti kecelakaan medis atau prosedur pengambilan darah seperti suntikan, transfusi darah, dan sejenisnya. Namun, juga bisa terjadi secara tidak langsung, seperti melihat orang lain kecelakaan dan mengeluarkan darah.

Bagi Anda yang memiliki cita-cita untuk memiliki karir di bidang medis, tentunya akan mengganggu jika Anda memiliki phobia terhadap darah atau merupakan seorang hematophobia. Ada sedikit saran bagi Anda yang hematophobia.

Melawan rasa takut atau cara menghilangkan phobia terampuh adalah dengan menjadikannya hal yang biasa. Jadi, semakin sering orang melihat darah atau memikirkan darah, semakin berkurang rasa jijik tersebut. Demikian kata Alan Manevitz, seorang psikiater di Weill Cornell Medical Center di New York yang inagurasi kutip dari apakabardunia. Akan tetapi, bagi yang memiliki phobia spesifik dalam hal ini terhadap Phobia darah dan tetap tidak dapat mengatasi rasa takutnya terhadap darah, maka disarankan untuk berkonsultasi pada dokter ahli dan mengikuti terapi sehingga masalah hematophobia Anda dapat diatasi dengan baik dan tepat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Isaac Marks dari Institute of Psychiatry di London menyimpulkan Sekitar 30 persen anak-anak takut melihat darah. Ketakutan ini pada akhirnya berlanjut hingga usia dewasa. Rasa trauma yang mendalam ini mengakibatkan rata-rata 15 persen orang dewasa merasa takut menyumbangkan darah.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda, terima kasih sudah membaca dan ditunggu komentarnya. 

Jumat, 10 Juni 2016

Phobia Sekolah

Phobia Sekolah

Phobia sekolah bukan fobia sebenarnya. Fobia ini jauh lebih kompleks dan meliputi gangguan kecemasan perpisahan (separation anxiety), agoraphobia, dan fobia sosial. Apa sebenarnya phobia ini dan penyebabnya? Silahkan baca ulasan lengkap di bawah ini ya 



Fobia sekolah adalah sebuah payung istilah untuk anak yang tidak ingin pergi ke sekolah karena kecemasan, dan kecemasannya tersebut menahannya untuk tetap di rumah. Ini berlawanan dengan anak yang membolos, yang dengan sengaja tidak pergi ke sekolah dan biasanya tidak tinggal di rumah (anak yang lebih tua atau remaja yang membolos sering menunjukkan perilaku anti-sosial, seperti terlibat dalam aktivitas kriminal). 

Anak lain yang membolos lebih memilih untuk bermain di rumah, melakukan hal yang lebih menarik daripada di sekolah, dan berusaha mendapatkan ijin orangtuanya untuk tetap di rumah, tetapi mereka tidak mengalami ketakutan.

3 kelompok yang paling banyak mengalami fobia sekolah
- Pertama, anak yang berumur 5 sampai 7 tahun, dan dihubungkan dengan kecemasan perpisahan.
- Kedua, didominasi oleh anak berumur 11 sampai 12 tahun, yang disebabkan oleh kecemasan yang berhubungan dengan perubahan dari SD ke SMP, dan dihubungkan dengan fobia sosial.
- Ketiga, anak yang berumur 14 sampai 16 tahun dan dihubungkan pada fobia sosial dan gangguan lain seperti depresi dan fobia lain.

Terdapat karakteristik keluarga yang mengindikasikan apakah anak memiliki kecenderungan untuk lebih rentan mengalami gangguan kecemasan seperti fobia sekolah. Indikatornya adalah:
- Terdapat anggota keluarga lain yang menderita masalah yang berhubungan dengan emosi atau kecemasan.
 - Orangtua yang bersikap overprotektif terhadap anak. Hal ini menyebabkan anak lebih sering bergantung pada orangtuanya dan takut pergi sendiri.
 - Anak memiliki ibu yang sangat pencemas, dan kecemasan ibunya dapat terpancar pada anaknya, sehingga membuat anak merasa bahwa ia memiliki alasan untuk cemas. (anak juga dapat meniru ibunya, dan berperilaku dengan cara yang sama dengan ibunya, cemas mengenai hal yang sama)
- Anak memiliki ayah yang hanya memainkan sedikit peran (atau tidak sama sekali) dalam pengasuhannya
 - Anak yang merupakan anak bungsu dalam keluarga sering menjadi yang paling rentan mengalami gangguan kecemasan karena ia dianggap selalu menjadi ‘bayi’ keluarga dan diperlakukan seperti itu. Apalagi, ketika orangtua tahu bahwa mereka tidak akan memiliki anak lagi, mereka kadang-kadang ingin menjaga anaknya tersebut sangat dekat dengan mereka dan, tanpa mereka sadari anak tersebut menjadi terlalu tergantung pada mereka.
 - Anak memiliki penyakit kronis sehingga butuh untuk lebih tergantung pada orangtuanya dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk merasa sehat dan kuat dan mampu untuk mengatasi masalah kehidupan.
- Anak sering berperilaku baik dan mampu secara akademis.

Kemungkinan Pemicu Fobia Sekolah meliputi :
- Diganggu oleh anak lain (mengalami bullying)
- Memulai sekolah untuk pertama kali
- Pindah ke sekolah baru dan harus masuk ke sekolah baru dan berteman dengan teman-teman baru.
- Tidak sekolah untuk waktu yang lama karena sakit atau liburan
- Kehilangan (seseorang atau hewan peliharan)
- Merasa terancam oleh kedatangan bayi baru
- Mengalami pengalaman traumatik seperti disiksa, diperkosa, atau menjadi saksi peristiwa tragis
- Masalah di rumah seperti anggota keluarga sakit
- Masalah di rumah seperti perceraian, pemisahan
- Kekerasan dalam rumah tangga atau penyiksaan anak
- Tidak memiliki teman yang baik
- Tidak populer, dipilih pada urutan terakhir dalam kelompok, dan merasa gagal secara fisik (dalam permainan)
- Merasa gagal secara akademik
- Takut pada serangan panik ketika perjalanan ke sekolah atau ketika sekolah.

Demikianlah ulasan mengenai phobia sekolah yang sering dialami oleh anak ketika pertama kali masuk sekolah, Semoda dapat bermanfaat dan terima kasih.